Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

01 Desember 2012

Hukum Dasar Logika

 

1. Hukum Dasar Logika Formal :

a. Hukum Identitas
(A = A)

b. Hukum Kontradiksi. 
(A adalah bukan Non-A) 

c. Hukum Tiada Jalan Tengah (the law of excluded middle).  
(A adalah bukan B; dan B adalah bukan A)

 
2. Hukum Dasar Logika Idealisme : 
a. Tesis (pengiyaan)  
b. anti Thesis (pengingkaran)  
c. Sintesis (kesatuan kontradiksi)

 
3. Hukum Dasar Logika Dialektika :

a. Perubahan Kuantitas Menjadi Kualitas
Contoh : air mendidih

b. Kutub Berlawanan Yang Saling Merasuki
Contoh : Hidup dan mati

c. Negasi Dari Negasi
Contoh : perkembangan sebuah tanaman


Referensi :

29 Oktober 2011

Definisi Filsafat


Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani (philosophia).

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata :
* philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada)
* Shopia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis,inteligensi).
Dengan demikian Filsafat (philosophia) berarti cinta kebijaksanaan, cinta kebenaran, cinta pengetahuan.

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. ( Wikipedia )

Plato (427–348 SM) menyatakan filsafat ialah pengetahuan yang bersifat untuk mencapai kebenaran yang asli.

Aristoteles (382–322 SM) mendefenisikan filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika

Cicero (106–043 SM) menyatakan filsafat ialah ibu dari semua ilmu pengetahuan lainnya. Filsafat ialah ilmu pengetahuan terluhur dan keinginan untuk mendapatkannya.

Menurut Descartes (1596–1650), filsafat ialah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.

Immanuel Kant (1724–1804) berpendapat filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal segala pengetahuan.

Filsafat Jawa II

Beberapa filsafat jawa :
- Memayu hayuning bawana (melindungi bagi kehidupan dunia)
- Sukeng tyas yen den hita (suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran)
- Jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)
- Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi (nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya)
- Ajining sarira dumunung ing busana (nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya)
- Amemangun karyenak tyasing sesama (membuat enaknya perasaan orang lain)
- Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi (Gejolak jiwa tidak bisa merubah kepatian)
- Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa (Budi daya manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa)
- Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (kemarahan dan kebencian akan terhapus/hilang oleh sikap lemah lembut)
- Tan ngendhak gunaning janma (tidak merendahkan kepandaian manusia)

Filsafat Jawa

Ojo podo nelongso (jangan berkecil hati)

Jamane jaman rekoso (jamannya jaman susah)

Urip pancen angel (hidup memang susah)

Kudune ra usah ngomel (seharusnya gak perlu marah)

Ati kudu tenterem (hati harus tenteram)

Nyambut gawe karo seneng (bekerja dengan senang)

Ulat ojo peteng (maka itu jangan gelap mata)

Nek dikongkon yo sing temen (kalau disuruh ya yang sungguh2)

Lah opo toh konco (bagaimana sih kawan ini)

Ati kerep loro (hati sering sakit)

Ra gelem rekoso (tidak mau susah)

Mbudi doyo(sudah membudaya)

Pancen kabeh podo (memang semuanya)

Pengin urip mulyo (mau hidup mulya)

Wiwitan rekoso (mulailah dari susah dulu)

Pancen nyoto (sudah nyata)

26 April 2011

Kegagalan dalam Sosial

Dalam setiap kehidupan bersosial terutama yang dinamakan manusia pasti hidup bersosial dan tidak mungkin mereka hidup sendiri, karena pada hakekatnya manusia itu saling membutuhkan baik itu pada saat susah ataupun senang.

Faktor yang menyebabkan kegagalan sosial :

1.adanya masalah : jika seseorang itu memiliki sebuah masalah maka orang tersebut dalam hal berinteraksi antar sesama dia tidak pernah fokus pada apa yang sedang terjadi dalam interaksi tersebut pikirannya ada diluar dari sosial yang ada.

2.memetingkan ego : sifat ini yang paling tidak disukai oleh setiap manusia tapi manusia suka melakukan dengan egonya, tanpa peduli dampak yang akan terjadi karena ego tersebut, karena ego hanya untuk memberikan manfaat kepada dirinya sendiri tak peduli dengan apapun.

3.tidak bisa menjaga mulut : disini terdapat berbagai macam orang tidak bisa menjaga mulutnya dikarenakan orang tersebut tidak berpikir sebelum bicara atau bisa jadi orang itu berbohong, dalam kehidupan masyarakat tidak suka dibohongi dan mereka meiliki etika dalam berkomunikasi

4.faktor bahasa : ini juga sangat penting untuk saling memahami antara satu dengan yang sehingga tak terjadi salah paham, memang banyak terdapat berbagai macam bahasa disetiap daerah dan itu bisa ditunjukkan dalam bahasa tubuh, terkadang juga bahasa tubuh bisa berlawanan arti dalam setiap bahasa.

5.tidak memiliki kepercayaan : satu hal sulit dilakukan oleh orang yang belum dikenal adalah sulit untuk bercanda itu disebabkan masih belum bisa mempercayai seluruh apa yang kita lakukan bahkan itu bisa terjadi pada orang yang sudah kita kenal.

6.adanya penyakit hati :
ada berbagai macam penyakit hati yaitu :
sombong : jika orang itu sombong maka menganggap remeh sertiap lawan bicara, bahkan setiap apa yang dibicarakan orang lain itu dianggapnya tak didengarkan malah dia merasa yang paling berarti
iri : jika orang itu iri maka orang itu tidak mau menerima siapa yang hal yang baik terjadi pada orang lain
dengki : atau bisa disebut benci yang dapat merusak berbagai macam kebaikan dan tidak akn pernah suka dengan kebaikan, semua yang dipandangnya buruk.
Dendam : bahkan lebih berbahaya dari yang lainnya karena dai lebih suka mencelakakan orang lain walaupun kelihatannya dia baik tapi dia bermiat buruk pada yang lain.

7.tidak bisa mengontrol diri : yang paling sulit dikontrol dalm berkomunikasi adalah mata karena mata dapat menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam berinteraksi, dan ini dapat menimbulkan salah paham.

8.tidak apa adanya ( berlebihan ) : terkadang kita tidak suka melihat orang yang over akting, yang ingin menunjukkan dirinya lebih dari orang lain tapi jika itu tak panntas maka kita jadi aneh melihatnya.

9.Kebiasaan : lebih cenderung pada bersikap dalam masyarakat hal yang satu in yang sulit untuk dirubah karena itu sering dilakukan bahkan orang melakukannya merasa nyaman dan beranggapan bahwa hal itu wajar dan biasa saja, padahal kita tidak tahu dalam berinteraksi ada yang dinamakan dengan etika berkomunikasi.
 
School Pencil